Surabaya beberapa hari ini tengah menjadi sorotan. Hal ini dikarenakan jumlah pasien positifnya telah mencapai hampir 2.000 jiwa. Hampir setengah dari jumlah pasien positif Covid-19 di provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, melalui covid test Surabaya pemerintah setempat berusaha menekan penyebaran virus Covid-19 agar tidak semakin parah.

Penularan Covid-19 yang semakin masif ini membawa dampak buruk tidak hanya pada kesehatan tapi juga pada kondisi perekonomian. Akibat pandemi ini sudah banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat dirumahkan atau dipecat sedangkan lainnya terpaksa kehilangan mata pencarian utama akibat aturan PSBB. Hal ini sebenarnya sangat dilematis. Di satu sisi pemerintah ingin menghentikan penyebaran virus Corona tapi di sisi lain perekonomian masyarakat juga jangan sampai terganggu.

Sebenarnya pemerintah Surabaya sendiri telah memulai langkah-langkah untuk menanggulangi Covid-19 sejak lama. Namun, belum diketahui alasan pasti kenapa kasus positif justru banyak terjadi di Jawa Timur khususnya di Surabaya. Berikut beberapa langkah perintah Surabaya dalam mengontrol penyebaran Covid-19.

1. Melakukan karantina wilayah

Pemerintah daerah di berbagai wilayah termasuk Surabaya merupakan yang paling awal mengajukan PSSBB kepada pemerintah pusat. Kota Surabaya sendiri telah melakukan masa PSBB sejak akhir Maret lalu dan berakhir pada 9 Juni kemarin dan bersiap untuk menyambut masa transisi. Selain itu, pemerintah Surabaya juga gencar menjalankan karantina kepada masyarakatnya yang berpotensi terjangkit Covid-19 dengan mengimbau untuk melakukan karantina selama 2 minggu.

2. Rapid test massal gratis

Beberapa waktu lalu pemerintah Surabaya rutin mengelar tes massal di berbagai tempat. Hasilnya sekitar 300 pasien positif baru ditemukan dan kemungkinan akan adanya penambahan pasien cukup besar. Hal ini dimungkinkan akibat banyaknya pasien positif yang tidak menunjukkan gejala apa pun. Bagi masyarakat umum yang menginginkan test mandiri, beberapa rumah sakit juga menyediakan layanan uji Covid-19 di berbagi tempat.

3. Pemasangan thermal scanner di tempat publik

Sebagai kota dengan jumlah penduduk yang padat, Surabaya telah menyediakan berbagai fasilitas penunjang kebersihan di tempat-tempat umum. Tempat umum yang ramai dilengkapi oleh petugas yang rutin melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap pengunjung.

Selain pengecekan suhu, pemerintah Surabaya juga menyediakan tempat cuci tangan portabel di berbagai tempat ramai untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Bahkan, beberapa waktu lalu pemerintah Surabaya memasang alat penyemprot disinfektan di beberapa tempat penting.

4. Pembagian masker

Penularan Covid-19 bisa terjadi lewat orang yang terinfeksi tapi tidak menunjukkan gejala. Hal tersebut kemudian membuat pemerintah setempat membagikan masker kepada masyarakat serta mengadakan sosialisasi tentang cara pola hidup bersih.

Bahkan, saat ini pemerintah Surabaya sudah semakin tegas dengan memberikan sanksi berupa denda kepada orang-orang yang tidak menggunakan masker saat berada di tempat umum. Sanksinya bervariasi mulai dari denda uang sekitar 150-250 ribu rupiah hingga hukuman fisik kepada yang melanggar.

5. Penyemprotan disinfektan di tempat publik

Untuk mengurangi penyebarannya, pemerintah setempat kerap melakukan penyemprotan disinfektan secara massal di ruas-ruas jalanan kota Surabaya. Tidak hanya jalanan, berbagai tempat publik pun kerap dilakukan penyemprotan seperti di gerbong kereta api, mal, pasar dan sejenisnya.

Beberapa langkah penanggulangan yang dilakukan oleh pemerintah Surabaya telah menunjukkan kesungguhannya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Namun sayangnya, hal ini tidak selalu dibarengi dengan kepatuhan masyarakat Surabaya. Menurut beberapa kabar bahkan masih ada masyarakat yang enggan memakai masker saat bepergian, tidak mematuhi aturan social distancing serta kerap mengabaikan protokol kesehatan.

Menilik dari kejadian tersebut sudah sepatutnya pemerintah Surabaya melakukan peraturan yang lebih ketat agar masyarakat terbit dalam menjalankan imbauan kesehatan. Covid test Surabaya secara massal bukanlah hal yang bisa diandalkan untuk menanggulangi pandemi seperti ini tapi kedislipinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pengecekan pribadi di rumah sakit Surabaya untuk memastikan kesehatan. Anda bisa dengan mudah menggunakan aplikasi Halodoc untuk membuat janji terlebih dahulu dengan dokter mengenai jadwal pengecekan. Hal ini lebih efektif jika dibandingkan Anda langsung ke rumah sakit tanpa mengetahui kapan jadwalnya dan harus bolak-balik ke sana. Dengan Halodoc, kamu bisa menghemat waktu dan mengurangi aktivitas keluar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu